Minggu, 13 September 2026

PERNAH MENJADI KADER POSYANDU DESA

Pernah Ada Masa di Mana Aku Begitu Dekat dengan Desa Tengki.

Dulu, aku bukan hanya tinggal di Desa Tengki.
Aku menjadi bagian dari kehidupan di dalamnya.

Aku pernah menjadi kader di desa, mengabdikan diri sebagai kader Posyandu, ikut mendampingi kegiatan masyarakat, dan hadir dalam berbagai kegiatan yang ada di desa.

Bagiku, menjadi kader bukan sekadar menjalankan tugas.
Ada banyak pelajaran yang aku dapat dari sana.

Aku belajar bersosialisasi dengan banyak orang, belajar berkomunikasi, belajar memahami karakter masyarakat yang berbeda-beda, dan belajar bahwa mengabdi tidak selalu harus dengan sesuatu yang besar.

Kadang, pengabdian itu sesederhana datang ketika dibutuhkan.
Membantu ketika ada kegiatan.
Melayani masyarakat dengan ikhlas.
Menyapa tetangga.
Ikut gotong royong.
Dan hadir dalam suka maupun duka kehidupan masyarakat.

Dulu, hampir setiap ada kegiatan di desa, aku berusaha ikut ambil bagian.

Bukan karena ingin dipuji.
Bukan pula karena ingin dikenal.

Aku hanya merasa bahwa ketika kita hidup di sebuah lingkungan, sudah seharusnya kita tidak hanya menjadi penonton. Kita bisa ikut berbuat sesuatu, sekecil apa pun itu, untuk lingkungan tempat kita tinggal.

Dari Desa Tengki, aku belajar banyak tentang kehidupan.

Tentang kebersamaan.
Tentang gotong royong.
Tentang menghargai orang lain.
Tentang bagaimana sebuah desa bisa menjadi kuat ketika masyarakatnya mau saling membantu.

Kini mungkin kehidupan membawaku ke perjalanan yang berbeda. Banyak hal berubah, banyak peran yang harus kujalani, dan banyak pengalaman baru yang membuatku semakin dewasa.

Tetapi satu hal yang tidak akan pernah hilang adalah rasa bangga pernah menjadi bagian dari masyarakat Desa Tengki.

Karena ada masa ketika aku belajar bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang bisa kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang pernah kita berikan.

Dan jika suatu hari aku menoleh ke belakang, aku ingin tersenyum dan berkata kepada diriku sendiri:

“Pernah ada aku yang dulu muda, yang mau turun tangan, bersosialisasi, membantu, dan mengabdi untuk desa. Mungkin sederhana, tetapi itu adalah bagian indah dari perjalanan hidupku.”

_Eva Muflikha 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar