Cinta dan Harapan Seorang Bunda
Aku adalah seorang perempuan yang berjalan sendiri, bukan karena aku tidak ingin dicintai, tetapi karena aku sudah belajar bahwa cinta bukan sekadar tentang memiliki seseorang di sisi.
Ada dua anak perempuan yang membuatku harus berpikir lebih jauh sebelum membuka kembali pintu hati. Dua gadis kecil yang menjadi alasan mengapa aku harus tetap kuat, tetap bekerja, tetap bangun setiap pagi meski terkadang hati sedang lelah.
Aku boleh jatuh cinta, tetapi aku tidak boleh sembarangan memilih.
Sebab ketika seorang laki-laki datang kepadaku, ia bukan hanya sedang mendekati seorang perempuan. Ada dua hati kecil yang juga akan mengenalnya. Ada masa depan dua anak yang harus kupikirkan. Ada kehidupan yang tidak boleh dipertaruhkan hanya karena aku sedang membutuhkan tempat untuk bersandar.
Aku masih percaya pada cinta.
Aku masih berharap suatu hari nanti ada seseorang yang datang bukan untuk menyelamatkanku karena menganggapku lemah, tetapi untuk berjalan bersamaku karena menghargai kekuatanku.
Seseorang yang tidak melihat statusku sebagai kekurangan. Tidak melihat dua anakku sebagai beban. Tidak merasa keberadaan mereka akan mengurangi kebahagiaannya.
Aku ingin dicintai dengan cara yang sederhana: dihargai, didengarkan, dijaga perasaannya, dan diperlakukan dengan baik bahkan ketika sedang marah.
Aku tidak mencari laki-laki yang sempurna. Aku hanya berharap menemukan seseorang yang dewasa dalam mencintai. Seseorang yang ketika ada masalah memilih berbicara, bukan menghilang. Ketika marah tetap menjaga sikap. Ketika kecewa tidak menyakiti. Dan ketika kehidupan tidak mudah, ia tidak pergi meninggalkan kami.
Karena aku sudah tidak mencari cinta yang hanya indah di awal.
Aku mencari cinta yang sanggup bertahan ketika kehidupan mulai menunjukkan sisi sulitnya.
Jika suatu hari seseorang benar-benar datang, aku berharap ia memahami bahwa aku bukan perempuan yang datang dengan tangan kosong. Aku membawa dua putri, membawa masa lalu, membawa luka, membawa tanggung jawab, sekaligus membawa begitu banyak cinta yang ingin kuberikan kepada orang yang tepat.
Dan jika ternyata cinta itu belum datang, aku tidak ingin terburu-buru.
Aku akan tetap membesarkan kedua putriku dengan segenap kemampuanku. Mengajarkan mereka bahwa perempuan boleh kuat, boleh bermimpi, boleh mencintai, tetapi jangan pernah kehilangan harga diri hanya demi dipilih seseorang.
Aku ingin mereka tumbuh melihat bundanya bukan sebagai perempuan yang gagal dalam cinta, tetapi sebagai perempuan yang pernah terluka dan memilih bangkit.
Kelak, jika Allah mengirimkan seseorang untukku, semoga ia bukan sekadar menjadi pasangan hidupku.
Semoga ia menjadi rumah yang aman bagi kami.
Seseorang yang tidak hanya berkata, “Aku mencintaimu,” tetapi mampu membuktikannya melalui kesetiaan, tanggung jawab, dan sikapnya setiap hari.
Sebab sekarang aku tidak hanya menjaga hatiku sendiri.
Aku sedang menjaga masa depan dua anak perempuan yang sangat kucintai yaitu Ayunda dan Anggun
Dan untuk mereka, aku rela menunggu cinta yang benar-benar layak diperjuangkan. ❤️
_Eva Muflikha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar