Kalau ada yang bertanya apa bahasa cintaku, jawabanku sederhana:
Quality time.
Aku tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mahal.
Aku tidak harus dibawa ke tempat yang mewah.
Aku juga tidak membutuhkan hadiah setiap saat.
Yang paling aku butuhkan adalah waktu dan kehadiranmu.
Aku ingin duduk bersamamu dan bisa bercerita tentang banyak hal, bahkan tentang hal-hal kecil yang sebenarnya tidak penting.
Aku ingin menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan ceritamu.
Ingin berjalan bersamamu tanpa harus selalu punya tujuan.
Ingin makan sederhana, tertawa karena hal-hal receh, membicarakan masa depan, atau bahkan hanya duduk berdua dalam diam tanpa merasa canggung.
Karena bagiku, hadir itu adalah bentuk cinta.
Aku mungkin bisa memahami ketika kamu sibuk. Aku tahu setiap orang punya pekerjaan, tanggung jawab, dan kehidupan masing-masing.
Tetapi sesibuk apa pun, aku tetap ingin memiliki sedikit ruang di hidupmu yang memang sengaja kamu sisihkan untuk kita.
Bukan karena aku ingin menguasai waktumu.
Tetapi karena ketika seseorang yang aku cintai meluangkan waktunya untukku, aku merasa sedang diberi sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang:
perhatian yang utuh.
Aku tidak ingin hanya mendapatkan sisa waktu setelah semua urusanmu selesai.
Aku ingin sesekali menjadi seseorang yang memang kamu prioritaskan waktunya.
Ketika kita bersama, aku ingin kamu benar-benar ada.
Bukan tubuhmu di sampingku, tetapi pikiranmu masih berada di tempat lain.
Aku ingin percakapan yang tidak terburu-buru.
Tatapan yang tidak sibuk mencari layar.
Pelukan yang tidak sekadar formalitas.
Tawa yang lahir karena kita menikmati keberadaan satu sama lain.
Sebab bagiku, quality time bukan tentang berapa jam kita bersama.
Tetapi tentang seberapa hadir kita ketika sedang bersama.
Mungkin bagi orang lain, pergi makan malam adalah hal biasa.
Tetapi bagiku, makan malam bersama orang yang kucintai, mendengarkan ceritanya, melihat senyumnya, dan pulang dengan hati yang tenang bisa menjadi kenangan yang sangat berharga.
Aku adalah perempuan yang akan mengingat momen-momen sederhana.
Aku akan mengingat percakapan kecil.
Aku akan mengingat tempat-tempat yang pernah kita datangi.
Aku akan mengingat bagaimana kamu menggenggam tanganku.
Aku akan mengingat bagaimana kita tertawa bersama.
Bahkan mungkin aku akan mengingat satu sore sederhana yang bagi orang lain tidak berarti apa-apa, tetapi bagiku begitu berharga karena saat itu kamu benar-benar ada untukku.
Jadi, jika aku terkadang meminta waktumu, bukan berarti aku tidak memahami kesibukanmu.
Aku hanya sedang mengatakan:
“Aku merindukan kita.”
Aku ingin tetap punya ruang untuk mengenalmu, meskipun hubungan kita sudah berjalan lama.
Karena aku percaya, pasangan bukan hanya seseorang yang kita cintai.
Ia juga seseorang yang perlu terus kita kenal, kita dengarkan, kita temani, dan kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan mungkin itulah cara paling sederhana untuk mencintaiku:
Luangkan waktumu untukku. Hadirlah sepenuhnya. Duduklah bersamaku. Dengarkan ceritaku. Biarkan aku menjadi bagian dari harimu.
Sebab bagiku...
waktu yang kamu pilih untuk diberikan kepadaku adalah salah satu bentuk cinta paling indah yang bisa kamu berikan. ❤️
_Eva Muflikha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar