Minggu, 13 September 2026

Menunggu notifikasi pesan


Menunggu Notifikasi yang Tak Pernah Datang

Ada seorang perempuan yang setiap kali ponselnya berbunyi, diam-diam berharap itu darimu.
Bukan karena ia tidak punya kesibukan.
Bukan karena hidupnya hanya tentangmu.
Tetapi karena ketika seseorang sudah disayangi, satu notifikasi sederhana darinya bisa terasa begitu berarti.
Ia sering membuka layar ponselnya tanpa alasan.
Memeriksa pesan.
Melihat kapan terakhir kali kamu online.
Menunggu satu kalimat sederhana:
"Sudah makan?"
"Bagaimana harimu?"
atau sekadar,
"Aku kangen."
Namun yang datang justru sunyi.
Hari demi hari, ia mulai memahami bahwa mungkin dirinya tidak sedang ditunggu seperti ia menunggumu.
Yang paling menyakitkan bukan ketika pesanmu terlambat dibalas.
Tetapi ketika ia mulai sadar bahwa kamu sebenarnya punya waktu untuk membuka ponsel, hanya saja tidak punya keinginan untuk mencarinya.
Ia tidak meminta perhatian sepanjang waktu.
Ia hanya ingin merasa dianggap.
Sebab perempuan yang mencintai dengan tulus tidak selalu membutuhkan percakapan panjang. Kadang ia hanya membutuhkan sedikit kepastian bahwa dirinya masih ada dalam pikiran orang yang ia sayangi.
Dan ketika itu tidak pernah ia dapatkan, perlahan ia akan lelah.
Bukan karena cintanya tiba-tiba hilang, tetapi karena ia terlalu lama mencintai sendirian.
Sampai suatu hari, ponselnya tetap berbunyi seperti biasa.
Namun ia tidak lagi buru-buru melihatnya.
Bukan karena sudah tidak peduli.
Melainkan karena ia akhirnya belajar:
Perempuan tidak seharusnya terus-menerus menunggu notifikasi dari seseorang yang bahkan tidak pernah merasa bahwa dirinya sedang ditunggu.
Karena cinta yang sehat bukan tentang siapa yang paling lama menunggu.
Cinta adalah tentang dua orang yang sama-sama ingin hadir, sama-sama ingin memberi kabar, dan sama-sama merasa bahwa kehilangan komunikasi satu sama lain adalah sesuatu yang perlu diperbaiki.
Jangan biarkan seseorang yang mencintaimu merasa sendirian di dalam hubungan yang seharusnya dijalani berdua.
_Eva muflikha 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar