Rabu, 19 Agustus 2026

WANITA KUAT

WANITA KUAT JUGA BOLEH MENANGIS

Wanita kuat bukanlah wanita yang tidak pernah menangis.

Wanita kuat adalah wanita yang habis menangis, kemudian mencuci muka, menarik napas panjang, lalu melanjutkan perjalanan hidupnya.

Bukan berarti lukanya hilang.

Bukan berarti masalahnya selesai.

Tetapi ia tahu bahwa hidup harus tetap berjalan.

Ia mengusap air matanya, kemudian perlahan membereskan hidupnya yang sempat berantakan. Menata kembali apa yang masih bisa ditata. Memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki. Dan belajar menerima apa yang memang sudah tidak bisa dikembalikan.

Saya merasa bahwa saya adalah salah satu wanita kuat yang pernah ada di bumi ini... hehe. 😁

Bukan ras terkuat yang kalau naik motor, sen kanan tetapi belok kiri, yaa. 🤣

Kacau nanti...

Wkwkwk. 😆

Saya merasa kuat bukan karena saya selalu tahu bagaimana menghadapi kehidupan.

Saya merasa kuat karena saya sudah melalui begitu banyak hal dalam perjalanan hidup saya.

Ada hal-hal yang pernah membuat saya jatuh.

Ada keadaan yang pernah membuat saya menangis.

Ada keputusan-keputusan yang tidak mudah.

Ada masa ketika saya sendiri pun tidak tahu harus mulai dari mana untuk membereskan semuanya.

Tetapi ternyata, saya masih di sini.

Masih berdiri.

Masih belajar.

Masih mencoba tersenyum.

Dan masih memiliki keberanian untuk melangkah.

Bahkan, ada satu hal yang sampai hari ini terkadang masih membuat saya tersenyum sendiri ketika mengingatnya.

Saya pernah duduk di antara mahasiswa dan mahasiswi dari Cirebon yang saat itu sedang melaksanakan KKN di desa saya.

Sederhana, mungkin.

Tetapi bagi saya, itu adalah salah satu hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Saya bisa duduk bersama mereka.

Berbicara.

Berdiskusi.

Dan berada di dalam sebuah ruang yang sebelumnya mungkin tidak pernah saya pikir akan saya masuki.

Dari sana saya belajar bahwa keberanian terkadang datang setelah kita melewati banyak ketakutan.

Berani maju.

Berani berbicara.

Berani tampil di depan orang banyak.

Berani menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran.

Bagi saya, itu juga merupakan bagian dari menjadi wanita kuat.

Meskipun saya sadar, saya masih jauh dari sempurna.

Public speaking saya masih belum tertata dengan baik.

Saya masih perlu banyak belajar.

Masih sering gugup.

Masih sering mencari kata-kata yang tepat.

Begitu juga dengan tulisan-tulisan saya.

Saya tahu masih banyak kekurangan.

Masih banyak yang perlu diperbaiki.

Tetapi bukankah keberanian untuk mencoba juga merupakan bagian dari sebuah proses?

Saya tidak ingin menunggu menjadi sempurna untuk kemudian berani melangkah.

Saya ingin belajar sambil berjalan.

Saya ingin tumbuh sambil mencoba.

Dan saya ingin menjadi diri saya sendiri tanpa harus terlalu sibuk membuktikan kepada siapa pun bahwa saya kuat.

Karena hari ini, saya ingin mengizinkan wanita kuat ini untuk tidak lagi berpura-pura kuat.

Izinkan saya menangis ketika memang ingin menangis.

Izinkan saya mengaku lelah ketika memang sedang lelah.

Izinkan saya mengatakan bahwa terkadang saya juga takut.

Terkadang saya bingung.

Terkadang saya ingin berhenti sebentar.

Karena menjadi wanita kuat bukan berarti harus selalu terlihat baik-baik saja.

Wanita kuat juga boleh melemah.

Yang membedakannya adalah, ketika sudah cukup menangis, ia akan kembali mengusap air matanya.

Mencuci wajahnya.

Menata kembali hatinya.

Kemudian berkata kepada dirinya sendiri:

"Ayo... kita lanjut lagi."

Mungkin hari ini saya belum menjadi wanita yang hebat.

Tetapi saya bangga karena saya adalah wanita yang tidak menyerah pada dirinya sendiri.

Saya pernah hancur, tetapi saya belajar menyusun diri kembali.

Saya pernah kehilangan arah, tetapi saya belajar menemukan jalan lagi.

Saya pernah menangis karena kehidupan, tetapi saya juga belajar tersenyum karena kehidupan.

Dan kalau suatu hari nanti saya kembali menangis, saya tidak akan menganggap diri saya lemah.

Saya akan mengingat bahwa...

air mata tidak pernah menghapus kekuatan seorang wanita.

Kadang-kadang, justru setelah air mata itulah seorang wanita menemukan keberanian terbesarnya untuk kembali berdiri.

Jadi, untuk saya sendiri...

Tidak apa-apa jika hari ini saya tidak sekuat kemarin.

Tidak apa-apa jika saya perlu berhenti sebentar.

Tidak apa-apa jika saya menangis.

Asalkan setelah itu saya kembali melanjutkan perjalanan.

Pelan-pelan.

Satu per satu.

Saya akan membereskan hidup ini kembali.

Karena saya percaya...

wanita kuat bukan wanita yang tidak pernah jatuh.

Wanita kuat adalah wanita yang, setiap kali jatuh, selalu menemukan alasan untuk bangkit lagi.

Dan saya?

Hehe...

Saya masih di sini. Berarti saya masih kuat. ❤️

— Eva Muflikha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar