AFTER DIVORCE
Tahun 2023 yang lalu.
Foto di atas adalah bukti bahwa saya pernah mengambil salah satu keputusan terbesar dalam hidup saya: bercerai.
Tidak pernah sedikit pun terlintas dalam pikiran saya bahwa perjalanan rumah tangga saya akan berakhir seperti ini. Saya tidak pernah membayangkan bahwa setelah 12 tahun bersama, pada akhirnya kami harus memilih jalan masing-masing.
Namun, jika saya melihatnya kembali hari ini, mungkin semuanya memang tidak terjadi secara tiba-tiba.
Ada banyak hal kecil yang dibiarkan. Ada masalah yang tidak pernah benar-benar selesai. Ada persoalan ekonomi yang terus menumpuk. Ada hal-hal kecil yang semakin sulit dibicarakan. Ada hal-hal penting yang justru dianggap sepele.
Semuanya seperti dikumpulkan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya menjadi sebuah bom waktu.
Dua belas tahun bersama bukanlah waktu yang singkat. Seharusnya selama itu kami sudah semakin mengenal satu sama lain, semakin memahami, dan semakin tahu bagaimana cara menjaga satu sama lain.
Namun, ternyata waktu yang panjang tidak selalu menjamin seseorang bisa tetap berjalan bersama.
Pada saat itu, saya merasa seperti hidup saya berjalan mundur.
Saya berlari, tetapi rasanya tetap berada di tempat yang sama. Setiap kali merasa sudah melangkah maju, selalu ada sesuatu yang menarik saya kembali.
Dan ketika akhirnya saya harus berdiri sendiri, jujur, saya merasa takut.
Bukan hanya karena kehilangan pasangan, tetapi karena ada begitu banyak persoalan yang harus saya hadapi sendiri. Ada utang-piutang yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab saya, tetapi akhirnya berada di pundak saya.
Saya tidak tahu bagaimana semuanya akan selesai.
Tetapi saya percaya, saya bisa melewatinya.
Saya percaya saya mampu membayarnya satu per satu. Saya percaya bahwa selama saya masih mau berusaha, selalu ada jalan untuk menyelesaikan apa yang harus saya selesaikan.
Saya tidak ingin menjelaskan secara detail bagaimana proses perpisahan itu terjadi. Saya rasa, dari tulisan ini pun sudah cukup untuk membuat siapa pun memahami bahwa sebuah pernikahan tidak berakhir hanya karena satu masalah.
Ada banyak hal yang rumit di dalamnya.
Dan tidak semua hal harus saya ceritakan kepada dunia.
Yang paling penting adalah, setelah semuanya berakhir, saya justru menemukan kehidupan saya kembali.
Perlahan-lahan saya bisa menata hidup. Saya bisa melihat masa depan dengan lebih jelas. Saya bisa lebih fokus membangun kehidupan yang baik untuk kedua putri saya.
Ternyata, perceraian bukan akhir dari segalanya.
Kadang, ia memang terasa seperti kehilangan.
Tetapi pada akhirnya, saya belajar bahwa ada hal-hal yang harus dilepaskan agar saya bisa kembali menemukan diri saya sendiri.
Untuk semua single mom, single parent, dan orang tua tunggal yang sedang berjuang dengan hidupnya masing-masing:
Tetaplah kuat.
Mungkin perjalanan kita tidak mudah. Mungkin ada hari-hari ketika kita merasa lelah, takut, bahkan ingin menyerah.
Tetapi percayalah, kita hebat dengan cara kita masing-masing.
Tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Tidak perlu merasa bahwa karena pernah gagal dalam pernikahan, kita menjadi seseorang yang tidak layak dicintai.
Saya pun berharap, suatu hari nanti, jika Tuhan mengizinkan, saya bisa kembali menemukan seseorang yang lebih baik.
Seseorang yang lebih mampu memberikan, lebih perhatian, lebih menenangkan, lebih nyaman untuk diajak berjalan bersama, dan yang paling penting, mampu memberikan rasa aman dari segala sisi.
Aman secara emosional.
Aman dalam komunikasi.
Aman dalam kehidupan.
Aman dalam kepercayaan.
Dan aman untuk menjadi diri sendiri tanpa harus takut kehilangan dirinya.
Karena setelah semua yang saya lalui, saya tidak lagi mencari seseorang hanya untuk mengisi kesepian.
Saya sudah baik-baik saja sendiri.
Saya hanya ingin berjalan bersama seseorang yang membuat hidup ini menjadi lebih baik.
Saya tidak kehilangan hidup saya ketika pernikahan saya berakhir. Saya hanya sedang belajar membangun hidup saya kembali.
Dan hari ini, saya tahu satu hal:
Saya belum selesai. Justru mungkin... ini adalah awal dari kehidupan saya yang sebenarnya.
Aamiin. 🤲🏻
— EVA MUFLIKHA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar