Jangan Jadikan Amarah Alasan untuk Menyakiti
Jangan jadikan amarah sebagai alasan untuk menyakiti orang yang katanya kamu cintai.
Marah itu manusiawi.
Kecewa itu wajar.
Emosi itu tidak salah.
Yang salah adalah ketika kita menjadikan emosi sebagai alasan untuk berbuat semena-mena.
Ketika marah, kita memang tidak selalu bisa memilih apa yang kita rasakan. Tetapi kita masih bisa memilih apa yang akan kita lakukan dengan perasaan itu.
Jangan karena sedang marah, lisan menjadi senjata.
Jangan karena kecewa, kata-kata berubah menjadi hinaan.
Jangan karena ego terluka, orang yang kita cintai harus ikut merasakan sakitnya.
Dan jangan pernah berpikir bahwa setelah semuanya reda, cukup dengan mengatakan, "Maaf, tadi aku sedang emosi."
Tidak semua luka sembuh hanya karena kata maaf.
Ada kata-kata yang terlanjur tertanam di kepala.
Ada tangisan yang terjadi diam-diam.
Ada ketakutan yang perlahan tumbuh.
Ada hati yang mulai bertanya, "Apakah aku benar-benar aman bersamanya?"
Yang lebih menyakitkan, terkadang seseorang tidak pergi karena sudah tidak mencintai.
Ia pergi karena terlalu sering terluka oleh orang yang sama.
Jadi, kalau benar mencintai seseorang, belajarlah mengendalikan diri.
Mengendalikan marah bukan berarti memendam emosi.
Bukan berarti harus selalu diam.
Bukan berarti tidak boleh menyampaikan kekecewaan.
Sampaikan semuanya.
Tetapi sampaikan tanpa menghancurkan.
Kalau terlalu marah, ambillah waktu untuk menenangkan diri. Katakan, "Aku sedang emosi. Aku takut kalau bicara sekarang aku akan menyakitimu. Kita bicarakan nanti ketika aku sudah tenang."
Itu jauh lebih dewasa daripada meluapkan semuanya lalu menyesal ketika keadaan sudah tidak bisa diulang.
Karena orang yang ada di depan kita bukan musuh.
Dia adalah manusia yang juga punya hati.
Dia juga bisa lelah.
Dia juga bisa takut.
Dia juga bisa terluka.
Maka ketika emosi datang, jangan lawan orang yang kita cintai.
Lawan amarah di dalam diri kita.
Lawan ego kita.
Lawan keinginan untuk menang sendiri.
Lawan dorongan untuk membalas sakit dengan sakit.
Sebab hubungan bukan pertandingan tentang siapa yang paling kuat berteriak dan siapa yang paling hebat membuat lawannya menangis.
Hubungan adalah tentang dua orang yang sama-sama belajar berkata:
"Aku sedang terluka, tapi aku tidak ingin melukaimu."
Jadilah tempat yang aman bagi orang yang mencintaimu.
Karena cinta yang sebenarnya bukan hanya tentang menggenggam seseorang ketika semuanya indah.
Cinta juga tentang tetap menjaga hatinya ketika kita sedang marah kepadanya.
Dan kalau suatu hari kamu sadar bahwa kemarahanmu telah membuat orang yang kamu cintai takut kepadamu, mungkin saat itu bukan dia yang perlu kamu salahkan.
Mungkin sudah waktunya kamu bercermin.
Sebab tidak ada cinta yang seharusnya membuat seseorang terus-menerus bertanya:
"Hari ini aku akan dicintai, atau disakiti?"
Cinta seharusnya menjadi rumah.
Bukan tempat seseorang belajar bagaimana cara bertahan dari luka yang datang dari orang yang seharusnya melindunginya.
Semoga kita dipertemukan dengan pasangan yang senantiasa selalu berkata baik dalam keadaan apapun.
_Eva Muflikha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar